Inovasi Pembelajaran dengan GH Edu, Bikin Belajar Fisika Jadi Candu
“ Pak Guru, adakan lagi dong pembelajaran seperti ini. Bikin
kita ketagihan” sahut seorang siswa bernama Putri seusai pembelajaran fisika. Ya itulah salah satu karakteristik gen-z ini, akan senang jika berbau teknologi.
Komentar tersebut tidak serta merta keluar tanpa sebab. Hal itu karena mereka baru saja saya sajikan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Adapun media pembelajaran yang saya buat adalah Multimedia pembelajaran digital berbasis web yang saya integrasikan dengan berbagai macam platform digital dan tentunya disesuiakan dengan karakteristik materi dan siswa.
Multimedia pembelajaran ini di buat untuk menjawab masalah saya hadapi dan terjadi di kelas. Sebagai guru, merasa tidak nyaman sekali rasanya saat mengajar di dalam kelas jika suasananya sunyi, sepi, seperti tak berpenghuni terlebih materi yang diajarkan adalah materi fisika. Ditambah lagi siswa sering mengantuk, tidak ada interaksi baik antara siswa dengan siswa yang lain, terlebih interaksi siswa dengan guru di kelas.
Maka dari situlah saya membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif berbasis web dan saya beri nama GH Edu. GH edu ini merukan akronim dari Guru Hakkin Education, punya tagline “Belajara Fisika dengan GH Edu, Bikin Candu”
Mau tahu seperti apa medianya...?
Ayok lanjut baca ulasan ini sampai selesai...!
Tahap 1: Identifikasi masalah
Bapak ibu guru hebat tentu pernah mengalami kondisi siswa
yang ketika belajar dikelas seperti tanpa siswa, sunyi, sepi tidak semangat dan
yang lebih parah, tidak ada interaksi sama sekali, baik di antar siswa ataupun
guru. Itulah masalah terbesar yang sering saya hadapi, motivasi belajar siswa rendah,
terlihat dari situasi siswa yang mengantuk, tidak fokus dan lain sebagainya dua jam pelajaran terasi dua hari bagi siswa. Tetapi berbeda 180 derajat ketika
mereka memegang smartphone (HP), jangankan dua jam, seharian juga pasti
betah dengan Hp tersebut.
Di tengah kebingungan itu, akhirnya saya pun melakukan
diskusi terhadap kondisi tersebut dengan siswa-siswa yang bersangkutan. Sebagian
alasan yang mereka utarakan adalah bahwa fisika mata pelajaran yang
membingungkan dan membosankan karena banyaknya rumus. Kemudian yang kedua
adalah guru jarang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran yang di mana mereka
harapkan, walaupun ada beberapa guru yang sudah menggunakan walau sebatas slide
presentasi dengan Power Point (PPT).
Tapa 2 : Perencanaan Media Pembelajaran Interaktif dan
Inovatif
Berangkat dari persoalan tersebut, saya berpikir untuk
mencari solusi yang tepat, tentunya juga harus disesuaikan dengan karakteristik
siswa yang merupakan gen-Z, di mana teknologi adalah salah satu media utama
yang bisa digunakan untuk pembelajaran. Selain itu, saja juga berdiskusi dengan
berbagai pihak terkait, seperti kepala sekolah, wali kelas, guru BK dan guru
lain agar mendapat banyak masukan, sehingga bisa menentukan metode dan teknik
yang tepat.
Berbekal informasi yang di dapat, langkah selanjutnya
adalah mencari referensi sebanyak mungkin untuk pembuatan multimedia pembelajaran
interaktif. Ada banyak alternatif yang bisa dipakai yang pastinya harus disesuaikan
juga dengan karakteristik materi yang akan diajarkan. Kemudian, setelah
menelaah beberapa aspek seperti tujuan pembelajaran, rancangan kurikulum yang
dipakai, metode yang akan diterapkan yang pastinya harus berpusat pada siswa serta
bersifat kolaboratif dan tentunya juga mempertimbangkan alat-alat media yang terlibat
di dalamnya.
Selanjutnya adalah menentukan model Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang tepat. Karena media ini adalah untuk pembelajaran fisika, saya ingin di dalamnya ada teknologi eksperimennya agar bisa berkolaborasi atar siswa dengan siswa serta siswa dengan guru. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah ada permainan atau game yang sesuai materi tersebut.
Tahap
3 : Perancangan dan Pembuatan MPI
Langkah selanjutnya setelah selesai perencanaan adalah
perancangan dan pembuatan multimedia itu sendiri. Dalam hal ini saya memutuskan
membuat multimedia pembelajaran interaktif berbasis web menggunakan platform wordpress.
Wordpress itu sendiri merupakan content management system (CMS) yang
memungkinkan kita membuat website dengan mudah tanpa perlu paham kode bahasa pemrograman
(coding). Worpres ini mirip dengan google site, hanya butuh drag and drop saja
dalam penggunaanya. Yang membedakan adalah jika google site tidak perlu
mempersiapkan hosting dan domain, maka untuk wordpress itu sendiri kita harus
menyiapkan langganan hosting dan domain. Tetapi dalam hal ini saya menggunakan tools
hosting gratis dari infinity free
Dalam pembuatan multimedia ini saya membubuhkan beberapa
tombol yang disesuaikan dengan kebutuhan materi dan peserta didik serta
karakteristik dari multimedianya. Adapun komponen yang di dalamnya adalah ada
menu home sebagai pusat menu utamanya yang memuat, tujuan, materi, vidoe,
latihan soal dan quiz.
Tahap 4 : Uji coba
Sebelum mengimplementasikan inovasi ini ke dalam
kelas, saya lakukan
uji coba terlebih dahulu.
Memastikan bahwa semua multimedia berfungsi
dengan baik dan memenuhi tujuan pembelajaran. Uuga uji coba ini dilakuakn dengan beberapa siswa
sebagai kelompok fokus untuk mendapatkan umpan balik awal. Selain itu juga, saya meminta beberapa gur untuk memberikan
tanggapan dan amasukan terhadap media yang sudah dibuat.
Adapun beberapa umpan balik yang saya peroleh dari siswa
adalah, tampilannya sudah menarik, ada fitur gamenya dan juga ada menu untuk
melakukan simulasi yang diperoleh. Namun dari masukan yang diberikan guru, di bagian
materi, untuk disesuaikan ukuran dan warna fontnya. Dari unpan balik tersebut
saya melakuakn beberapa perbaikan agar MPI nya sesuai dengan yang diharapkan.
Tahap
5 : Implementasi di Kelas
Saat semua persiapan selesai, saatnya
untuk mengimplementasikan inovasi ini di dalam kelas. Berikut beberapa tahap dilakuan :
1.
Kegiatan pendahuluan
Lumrah yang dilakukan guru pada pendahuluan pembelajaran dimulai dengan
salam pembuka, berdoa, mengecek kehadiran siswa. Sebagai informasi, materi yang
diajarkan adalah tentang listrik arus searah. Selanjutnya adalah kegiatan siswa
diberikan pengantar dan arahan terkait dengan media yang akan digunakan cara
penggunaan.
Selanjutnya melakukan apersepsi dengan pengenalan materi
melalui multimedia yang telah dibuat.
Di sini peran guru memastikan siswa
dapat mengaksesnya dengan mudah. Dan
sebelum memulai kegiatan inti, siswa dibentuk kelompok, dan masing-masing kelompok
diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk dikerjakan bersama
2.
Kegiatan Inti
Diawali dengan guru memberikan penjelasan materi secara singkat dan padat,
siswa mulai menggunakan media yang sudah diakses sebelumnya untuk mempelajari materi
lebih dalam., baik berupa gambar, video ataupun grafis yang tersedia di MPI. Selama
pembelajaran, biar lebih interaktif dan
berkolaborasi, ssiswa dilibatkan dalam aktivitas meliputi eksperimen
fisika virtual dengan phet simulation yang sudah tersedia di media pembelajaran,
kemudian mengisi LKPD yang sudah diterima. Selain itu juga, siswa melakukan permainan
interaktif, atau kolaborasi dalam diskusi dan penyelesai LKPD.
3.
Kegiatan Penutup
Untuk memastikan pembelajaran yang sudah dilakukan sesuai dengan tujuan
pembelajaran, guru memberikan umpan balik konstruktif dan juga refleksi bersama.
Adapun beberapa hasil umpan balik dan refleksinya :
a. Siswa merasa bersemangat
dalam pembelajaran terlihat dari antusiasnya menyimak materi dan melakukan
eksperimen serta mengerjakan kuis dalam bentuk permainan
b. Guru merasa terbantu dalam pengkondisian kelas kera adanya multimedia pembelajaran ini
Tahap
6 : Sharing Hasil Praktik Baik
1.
Berbagi Praktik Baik melalui Komunitas Sahabat Teknologi NTB 2023
Kegiatan berbentuk “Webinar Kolaborasi
Sahabat Teknologi NTB 2023” dengan teman “ Menyulut Semnagat Belajar Generasi Z
melalui Inovasi Pembelajaran” Webinar ini terselenggara pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2023 Pukul 19.30 –
21.00 WITA melalui google meet.
Webinar praktik baik pemanfaatan platform teknologi Google Sites, CMS Wordpress, Google Workspace for Education, PMM, Canva for Education, QR Code
Generator, PhET Simulation,
Wordwall, Quizizz, Crack teh Circuit dan Google Lenz.
Webinar ini dimoderatoti oleh Astriana, S.Pd (CGP 2023) membuka kegiatan secara resmi di hadapan 57 orang peserta webinar.
Narasumber webinar adalah kali ini
adalah sebagai berikut:
1. Laily Suryaningsih, S.Pd (Guru SMPN 1 Pemenang): Meningkatkan
Minat Belajar IPA dengan Detektif Jawaban
2. Apriana Fitri, S.Pd (Guru SMPN 1 Tanjung): Meningkatkan
Pemahaman Siswa pada Materi Prilaku Hidup Sehat dan Bersih dengan MPI Berbasis
Canva
3. Viddy Mega Samudera, S.Pd. (Guru SMPN Satap 1 Gangga): Belajar IPA
yang seru dengan Permaian Detektif Sains
4. Hakkin Nizar, S.Pd (Guru SMAIT Cahaya Bangsa Lenek): Belajar Fisika
dengan GH Edu, Bikin Candu,
Alhamdulillah webinar ini berlangsung lancar dan sesuai dengan jadwal, walaupun selama proses berlangsungnya, beberapa pemateri jaringannya terganggu namun dapat ditanggulangi. Pada akhir webinar, moderator memimpin sesi tanya jawab dan refleksi. Beberapa peserta ada yang berharap webinar seperti ini tidak terhenti sampai disini, melainkan berkelanjutan dengan topik-topik yang lebih menarik. Dan hasil rekamannya bisa di lihat di SINI
2. Berbagi Praktik Baik pada TCL (Teacher Continues Learning) di SMAIT Cahaya Bangsa Lenek Lombok Timur.
TCL ini
dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 21 Oktober 2023 pukul 09.30 WITA samapi
dengan pukul 12.00 WITA. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap akhir pekan,
sebagai ajang untuk guru belajar, berbagi dan berkolaborasi. Peserta pada
kegiatan TCL ini adalah kepala sekolah seluruh guru SMAIT Cahaya Bangsa.
Kegitan ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dibuka
dengan penyampaian materi dari Dr. Lalu Yulhaidir. M.Psi.Psikolog mengangkat
materi SDL (Self Direc Learning). Para guru banyak diajak berdiskusi terkait
dengan materi SDL ini. Pada sesi akhir materi SDL ini, langsung diadakan sesi
tanya jawab.
Kemudian sesi dua adalah Sharing praktik baik dengan
topik “Inovasi Pembelajaran GH Edu, Bikin Belajar Fisika Jadi Candu” Pada kesempatan
berbagi praktik baik ini, saya
menyampaikan beberapa platform yang bisa digunakan sebagai alternatif dalam
pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif. Sejalan dengan itu juga, mendemokan
MPI yang telah saya buat kepada rekan-rekan guru.
1.
Berbagi praktik baik kolaborasi dengan Sekolah Guru Indonesia
Dompet Dhuafa
Kegiatan webinar ini mengusung konsep “SGI TALK TIK, Sekolah Guru Indonesia
Berbagi Pembelajaran TIK” dan mengangkat topik “Pemanfaatan Teknologi Terkini
untuk Pembelajaran” Webinar ini di moderatori oleh Epong Utami (Kepala Sekolah School
of Human Bekasi) dan dihadiri oleh 24 orang peserta dari berbagi wilayah. Webinar praktek baik ini berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2023 pukul 14.00 - 15.00 WITA
Pada webinar kali ini juga, hadir Asep Ihsanudin, S.Pd, (Ketua Sekolah Guru
Undonesia) sebagai keynot speaker. Dalam sambutan beliau, menekankan
pembelajaran Teknologi saat ini harus masif dan tentunya juga guru harus lebih
kreatif dalam penggunaanya.
Pemateri pada webinat ini adalah :
1. Suhendra Saputra
(Guru SDIT Raodhatul Jannah Cilegon Banten), yang membahas tentang “Pemanfaatn
AI untuk Teknologi Pembelajaran terkini”
2. Hakkin Nizar, S.Pd
(Guru SMAIT Cahaya Bangsa Lenek Lombok Timur), yang mengupas “Integrasi
Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Web untuk Pembelajaran Masa Kini”
Untuk melihat gambaran umum dari inovasi pembelajaran yang telah saya lakukan, simak vlog berikut ini!
Demikian
sepenggal cerita tentang bagaimana serunya membuat Multimedia Pembelajaran
Interaktif dan asyiknya mengimplementasikannya di dalam kelas.
Semoga
goresan kisah ini bisa memberikan manfaat bagi saya sendiri dan mudah-mudahan
bisa menginspirasi orang lain.
“Mari Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”
#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar








