Inovasi Pembelajaran dengan GH Edu, Bikin Belajar Fisika Jadi Candu - Guru Hakkin

Jumat, 20 Oktober 2023

Inovasi Pembelajaran dengan GH Edu, Bikin Belajar Fisika Jadi Candu



“ Pak Guru, adakan lagi dong pembelajaran seperti ini. Bikin kita ketagihan” sahut seorang siswa bernama Putri seusai pembelajaran fisika. Ya itulah salah satu karakteristik gen-z ini, akan senang jika berbau teknologi.

Komentar tersebut tidak serta merta keluar tanpa sebab. Hal itu karena mereka baru saja saya sajikan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Adapun media pembelajaran yang saya buat adalah Multimedia pembelajaran digital berbasis web yang saya integrasikan dengan berbagai macam platform digital dan tentunya disesuiakan dengan karakteristik materi dan siswa.

Multimedia pembelajaran ini di buat untuk menjawab masalah saya hadapi dan terjadi di kelas. Sebagai guru, merasa tidak nyaman sekali rasanya saat mengajar di dalam kelas jika suasananya sunyi, sepi, seperti tak berpenghuni terlebih materi yang diajarkan adalah materi fisika. Ditambah lagi siswa sering mengantuk, tidak ada interaksi baik antara siswa dengan siswa yang lain, terlebih interaksi siswa dengan guru di kelas.

Maka dari situlah saya membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif berbasis web dan saya beri nama GH Edu. GH edu ini merukan akronim dari Guru Hakkin Education, punya tagline “Belajara Fisika dengan GH Edu, Bikin Candu”

Mau tahu seperti apa medianya...?

Ayok lanjut baca ulasan ini sampai selesai...!


Tahap 1: Identifikasi masalah

Bapak ibu guru hebat tentu pernah mengalami kondisi siswa yang ketika belajar dikelas seperti tanpa siswa, sunyi, sepi tidak semangat dan yang lebih parah, tidak ada interaksi sama sekali, baik di antar siswa ataupun guru. Itulah masalah terbesar yang sering saya hadapi, motivasi belajar siswa rendah, terlihat dari situasi siswa yang mengantuk, tidak fokus dan lain sebagainya dua jam pelajaran terasi dua hari bagi siswa. Tetapi berbeda 180 derajat ketika mereka memegang smartphone (HP), jangankan dua jam, seharian juga pasti betah dengan Hp tersebut.


Foto Dokpri

Di tengah kebingungan itu, akhirnya saya pun melakukan diskusi terhadap kondisi tersebut dengan siswa-siswa yang bersangkutan. Sebagian alasan yang mereka utarakan adalah bahwa fisika mata pelajaran yang membingungkan dan membosankan karena banyaknya rumus. Kemudian yang kedua adalah guru jarang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran yang di mana mereka harapkan, walaupun ada beberapa guru yang sudah menggunakan walau sebatas slide presentasi dengan Power Point (PPT).

Tapa 2 : Perencanaan Media Pembelajaran Interaktif dan Inovatif

Berangkat dari persoalan tersebut, saya berpikir untuk mencari solusi yang tepat, tentunya juga harus disesuaikan dengan karakteristik siswa yang merupakan gen-Z, di mana teknologi adalah salah satu media utama yang bisa digunakan untuk pembelajaran. Selain itu, saja juga berdiskusi dengan berbagai pihak terkait, seperti kepala sekolah, wali kelas, guru BK dan guru lain agar mendapat banyak masukan, sehingga bisa menentukan metode dan teknik yang tepat.


Berbekal informasi yang di dapat, langkah selanjutnya adalah mencari referensi sebanyak mungkin untuk pembuatan multimedia pembelajaran interaktif. Ada banyak alternatif yang bisa dipakai yang pastinya harus disesuaikan juga dengan karakteristik materi yang akan diajarkan. Kemudian, setelah menelaah beberapa aspek seperti tujuan pembelajaran, rancangan kurikulum yang dipakai, metode yang akan diterapkan yang pastinya harus berpusat pada siswa serta bersifat kolaboratif dan tentunya juga mempertimbangkan alat-alat media yang terlibat di dalamnya.

Selanjutnya adalah menentukan model Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang tepat. Karena media ini adalah untuk pembelajaran fisika, saya ingin di dalamnya ada teknologi eksperimennya agar bisa berkolaborasi atar siswa dengan siswa serta siswa dengan guru. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah ada permainan atau game yang sesuai materi tersebut.

Tahap 3 : Perancangan dan Pembuatan MPI

Langkah selanjutnya setelah selesai perencanaan adalah perancangan dan pembuatan multimedia itu sendiri. Dalam hal ini saya memutuskan membuat multimedia pembelajaran interaktif berbasis web menggunakan platform wordpress. Wordpress itu sendiri merupakan content management system (CMS) yang memungkinkan kita membuat website dengan mudah tanpa perlu paham kode bahasa pemrograman (coding). Worpres ini mirip dengan google site, hanya butuh drag and drop saja dalam penggunaanya. Yang membedakan adalah jika google site tidak perlu mempersiapkan hosting dan domain, maka untuk wordpress itu sendiri kita harus menyiapkan langganan hosting dan domain. Tetapi dalam hal ini saya menggunakan tools hosting gratis dari infinity free

Dalam pembuatan multimedia ini saya membubuhkan beberapa tombol yang disesuaikan dengan kebutuhan materi dan peserta didik serta karakteristik dari multimedianya. Adapun komponen yang di dalamnya adalah ada menu home sebagai pusat menu utamanya yang memuat, tujuan, materi, vidoe, latihan soal dan quiz. Untuk video yang berisi materi saya memanfaatkan penjelasan materi dari kanal youtube SI Bejoo, dan juga untuk latihan soalnya. Untuk quiz dan latihan soal saya memnfaatkan flatform Wordwall dan Quizizz. Menu selanjutnya adalah menu petunjuk yang berisi penjelasan dari penggunaan MPI ini. Berikutnya ada menu simulasi yang tertaut dengan virtual Lab Phet Simulation yang memungkinkan peserta didik bisa melakuakn praktikum atau eksperimen terutama materi fisika atau sains. Yang tidak kalah pentingnya menu game interaktif yang berhubungan dengan materi. Pada game ini saya memanfaatkan Platform dari Crack The CircuitDan yang terakhir ada menu profil yang berisi identitas dari pembuat MPI ini. belajar secara interaktif dan kolaboratif. Untuk melihat review dari MPI GH Edu ini, klik DI SINI

Tahap 4 : Uji coba

Sebelum mengimplementasikan inovasi ini ke dalam kelas, saya lakukan uji coba terlebih dahulu. Memastikan bahwa semua multimedia berfungsi dengan baik dan memenuhi tujuan pembelajaran. Uuga uji coba ini dilakuakn dengan beberapa siswa sebagai kelompok fokus untuk mendapatkan umpan balik awal. Selain itu juga, saya meminta beberapa gur untuk memberikan tanggapan dan amasukan terhadap media yang sudah dibuat.

Adapun beberapa umpan balik yang saya peroleh dari siswa adalah, tampilannya sudah menarik, ada fitur gamenya dan juga ada menu untuk melakukan simulasi yang diperoleh. Namun dari masukan yang diberikan guru, di bagian materi, untuk disesuaikan ukuran dan warna fontnya. Dari unpan balik tersebut saya melakuakn beberapa perbaikan agar MPI nya sesuai dengan yang diharapkan.

Tahap 5 : Implementasi di Kelas

Saat semua persiapan selesai, saatnya untuk mengimplementasikan inovasi ini di dalam kelas. Berikut beberapa tahap dilakuan :

1.          Kegiatan pendahuluan

Lumrah yang dilakukan guru pada pendahuluan pembelajaran dimulai dengan salam pembuka, berdoa, mengecek kehadiran siswa. Sebagai informasi, materi yang diajarkan adalah tentang listrik arus searah. Selanjutnya adalah kegiatan siswa diberikan pengantar dan arahan terkait dengan media yang akan digunakan cara penggunaan.

Selanjutnya melakukan apersepsi dengan pengenalan materi melalui multimedia yang telah dibuat. Di sini peran guru memastikan siswa dapat mengaksesnya dengan mudah. Dan sebelum memulai kegiatan inti, siswa dibentuk kelompok, dan masing-masing kelompok diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk dikerjakan bersama


2.          Kegiatan Inti

Diawali dengan guru memberikan penjelasan materi secara singkat dan padat, siswa mulai menggunakan media yang sudah diakses sebelumnya untuk mempelajari materi lebih dalam., baik berupa gambar, video ataupun grafis yang tersedia di MPI. Selama pembelajaran, biar lebih interaktif dan  berkolaborasi, ssiswa dilibatkan dalam aktivitas meliputi eksperimen fisika virtual dengan phet simulation yang sudah tersedia di media pembelajaran, kemudian mengisi LKPD yang sudah diterima. Selain itu juga, siswa melakukan permainan interaktif, atau kolaborasi dalam diskusi dan penyelesai LKPD.

Sebagai pamungkas dalam kegiatan inti dalam pembelajaran ini, saya memberikan evaluasi dengan memberikan tugas atau kuis yang memanfaatkan platform Wordwall dan Quizizz. Ini berfungsi untuk mengukur pemahaman siswa.

3.          Kegiatan Penutup

Untuk memastikan pembelajaran yang sudah dilakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran, guru memberikan umpan balik konstruktif dan juga refleksi bersama. Adapun beberapa hasil umpan balik dan refleksinya :

a.     Siswa merasa bersemangat dalam pembelajaran terlihat dari antusiasnya menyimak materi dan melakukan eksperimen serta mengerjakan kuis dalam bentuk permainan

b.     Guru merasa terbantu dalam pengkondisian kelas kera adanya multimedia pembelajaran ini


Tahap 6 : Sharing Hasil Praktik Baik

1.          Berbagi Praktik Baik melalui Komunitas Sahabat Teknologi NTB 2023

Flayer Webinar Kolaborasi Sahabat Teknologi NTB 2023

Kegiatan berbentuk Webinar Kolaborasi Sahabat Teknologi NTB 2023” dengan teman “ Menyulut Semnagat Belajar Generasi Z melalui Inovasi Pembelajaran” Webinar ini terselenggara pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2023 Pukul 19.30 – 21.00 WITA melalui google meet. Webinar praktik baik pemanfaatan platform teknologi Google Sites, CMS Wordpress, Google Workspace for Education, PMM, Canva for Education, QR Code Generator, PhET Simulation, Wordwall, Quizizz, Crack teh Circuit dan Google Lenz.

Webinar ini dimoderatoti oleh Astriana, S.Pd (CGP 2023) membuka kegiatan secara resmi di hadapan 57 orang peserta webinar.




Foto Dokpri

Narasumber webinar adalah kali ini adalah sebagai berikut:

1.     Laily Suryaningsih, S.Pd (Guru SMPN 1 Pemenang): Meningkatkan Minat Belajar IPA dengan Detektif Jawaban

2.     Apriana Fitri, S.Pd (Guru SMPN 1 Tanjung): Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Materi Prilaku Hidup Sehat dan Bersih dengan MPI Berbasis Canva

3.     Viddy Mega Samudera, S.Pd. (Guru SMPN Satap 1 Gangga): Belajar IPA yang seru dengan Permaian Detektif Sains

4.     Hakkin Nizar, S.Pd (Guru SMAIT Cahaya Bangsa Lenek): Belajar Fisika dengan GH Edu, Bikin Candu,

Alhamdulillah webinar ini berlangsung lancar dan sesuai dengan jadwal, walaupun selama proses berlangsungnya, beberapa pemateri jaringannya terganggu namun dapat ditanggulangi. Pada akhir webinar, moderator memimpin sesi tanya jawab dan refleksi. Beberapa peserta ada yang berharap webinar seperti ini tidak terhenti sampai disini, melainkan berkelanjutan dengan topik-topik yang lebih menarik. Dan hasil rekamannya bisa di lihat di SINI

 

2.          Berbagi Praktik Baik pada TCL (Teacher Continues Learning) di SMAIT Cahaya Bangsa Lenek Lombok Timur. 

        



Foto Dokpri

        TCL ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 21 Oktober 2023 pukul 09.30 WITA samapi dengan pukul 12.00 WITA. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap akhir pekan, sebagai ajang untuk guru belajar, berbagi dan berkolaborasi. Peserta pada kegiatan TCL ini adalah kepala sekolah seluruh guru SMAIT Cahaya Bangsa.

Kegitan ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dibuka dengan penyampaian materi dari Dr. Lalu Yulhaidir. M.Psi.Psikolog mengangkat materi SDL (Self Direc Learning). Para guru banyak diajak berdiskusi terkait dengan materi SDL ini. Pada sesi akhir materi SDL ini, langsung diadakan sesi tanya jawab.

Kemudian sesi dua adalah Sharing praktik baik dengan topik “Inovasi Pembelajaran GH Edu, Bikin Belajar Fisika Jadi Candu” Pada kesempatan berbagi praktik baik ini,  saya menyampaikan beberapa platform yang bisa digunakan sebagai alternatif dalam pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif. Sejalan dengan itu juga, mendemokan MPI yang telah saya buat kepada rekan-rekan guru.


1.          Berbagi praktik baik kolaborasi dengan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa

Flayer Weninar SGI TALK TIK

Kegiatan webinar ini mengusung konsep “SGI TALK TIK, Sekolah Guru Indonesia Berbagi Pembelajaran TIK” dan mengangkat topik “Pemanfaatan Teknologi Terkini untuk Pembelajaran” Webinar ini di moderatori oleh Epong Utami (Kepala Sekolah School of Human Bekasi) dan dihadiri oleh 24 orang peserta dari berbagi wilayah. Webinar praktek baik ini berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2023 pukul 14.00 - 15.00 WITA

Pada webinar kali ini juga, hadir Asep Ihsanudin, S.Pd, (Ketua Sekolah Guru Undonesia) sebagai keynot speaker. Dalam sambutan beliau, menekankan pembelajaran Teknologi saat ini harus masif dan tentunya juga guru harus lebih kreatif dalam penggunaanya.


Pemateri pada webinat ini adalah :

1.     Suhendra Saputra (Guru SDIT Raodhatul Jannah Cilegon Banten), yang membahas tentang “Pemanfaatn AI untuk Teknologi Pembelajaran terkini”

2.     Hakkin Nizar, S.Pd (Guru SMAIT Cahaya Bangsa Lenek Lombok Timur), yang mengupas “Integrasi Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Web untuk Pembelajaran Masa Kini”

 Untuk melihat gambaran umum dari inovasi pembelajaran yang telah saya lakukan, simak vlog berikut ini!



Demikian sepenggal cerita tentang bagaimana serunya membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif dan asyiknya mengimplementasikannya di dalam kelas.

Semoga goresan kisah ini bisa memberikan manfaat bagi saya sendiri dan mudah-mudahan bisa menginspirasi orang lain.

 

Mari Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”


#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar

Comments

4 komentar

Mantab pak Guru, semoga bisa dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya.

digitalisasi perlu terus dikembangkan, mulai dari perangkat hingga hasil evaluasi peserta didik. lanjutkan pak guru

Luar biasa pak guru ini, sangat Inpiratif

Bagus pak guru. Bagaimana caranya agar bisa saya undang untuk jadi pemateri di sekolah saya?


EmoticonEmoticon